-->

JPU Kasus Novel Baswedan Meninggal Dunia, ini Penyebabnya

Dibaca:
Senin, 17 Agustus 2020 / 20.30

Foto : JPU Robertino Fedrik Adhar Syarifuddin SH,MH, semasa hidup.


Dyaksa, Jakarta - Kabar duka datang dari institusi Kejaksaan, seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nama Robertino Fedrik Adhar Syarifuddin SH,MH, dinyatakan telah meninggal dunia, di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Senin (17/8/2020) sekira pukul 11:00 WIB.


Hal ini dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)  Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Hari Setiyono. Seperti yang dilansir dari portal berita online CNN Indonesia.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun ... telah berpulang ke rahmatullah saudara kita Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin, SH.MH, Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada hari ini Senin 17 Agustus 2020," ujar Kapuspenkum Kejagung RI, melalui pesan singkat.
[cut]
Foto : Novel Baswedan, pasca penyerangan menggunakan air keras.


Berdasarkan info yang berhasil dirangkum Dyaksa.id, meninggalnya Robertino Fedrik Adhar Syarifuddin SH,MH, dikarenakan komplikasi penyakit diabetes atau gula.

Diketahui, JPU Robertino Fedrik Adhar Syarifuddin SH,MH, sendiri adalah jaksa yang bersidang dalam kasus penyiraman air keras atas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Dalam perkara yang menyidangkan dua oknum polisi tersebut, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, mendakwa kedua pelaku atas nama Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dengan Pasal 353 tentang perencanaan, penganiyaan yang mengakibatkan luka berat.
[cut]
Foto : Sidang kasus Novel Baswedan.



Atas tindakan kedua terdakwa, penuntut umum menuntut mereka dengan tuntutan hukuman penjara selama 1 tahun. Hal itu dilakukan berdasarkan beberapa alasan dan pertimbangan.

Berbeda dengan tuntutan JPU tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, akhirnya menjatuhi hukuman dua tahun penjara terhadap Rahmat Kadir Dalimunthe. Sedangkan untuk Ronny Bugis yang merupakan terdakwa lainnya, divonis hukuman lebih ringan, yaitu, satu setengah tahun. (RFS).
Komentar Anda

Terkini