-->

Polisi Ungkap Kasus Bocah Luwu Timur Dipaksa Mabuk, Ini Pesan Komnas PA

Dibaca:
Rabu, 26 Agustus 2020 / 05.40
Ketua Umum. Komnas PA, Aris Merdeka Sirait, memberi keterangan kepada wartawan.



Dyaksa.id,Jakarta - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengapresiasi kinerja Satreskrim Polres Luwu Timur atas pengungkapan kasus viralnya video seorang bocah yang dipaksa menenggak minuman keras hingga mabuk di Desa Pekalongan, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.


"Mohon kepada pihak kepolisian agar menetapkan ketentuan pidana bagi kedua pelakunya, sesuai yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto KUHPidana, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," ungkap Ketua Umum Komnas PA, Aris Merdeka Sirait, Senin (24/08/2020).


Menurut Aris, jerat pidana dengan acmanan hukuman yang berat patut dikenakan kepada kedua pelaku, karena mereka terindikasi dengan sengaja merusak kesehatan dan masa depan anak, yang semestinya mendapatkan perlindungan dari orang dewasa.


"Bagi Komnas Perlindungan Anak tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kejahatan yang dilakukan kedua pemuda ini terhadap anak yang sesungguhnya membutuhkan pertolongan dan perlindungan dari mereka," tegasnya.

[cut]

Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait, memberi keterangan kepada wartawan.



Menyikapi kasus ini pula, Aris mengharapkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan pengendalian peredaran minuman keras, yang nyata-nyata telah menjadi "triger" untuk melakukan kekerasan dan pelanggaran terhadap hak anak.


"Secara khusus, Komnas Perlindungan Anak turut meminta Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, memberikan bantuan berupa penanganan medis total, serta pemulihan dan rehabilitasi sosial kepada korban," serunya.


Sebelumnya, dua pemuda yang masing-masing berinisial RFH (19) dan FPB (20), warga Desa Timampu, Kecamatan Towuti, diamankan Satreskrim Polres Luwu Timur, Minggu (23/08/2020), atas kasus dugaan memaksa seorang bocah berulang kali menenggak minuman keras hingga mabuk. 


Dalam kasus tersebut, tersangka FPB merupakan pelaku yang memaksa korban menenggak minuman keras.  Sedangkan RFH adalah pelaku yang merekam aksi kejahatan itu.


"Keduanya dijemput langsung dari rumahnya masing-masing oleh Kasat Reskrim Polres Luwu Timur," kata Kapolres Luwu Timur, AKBP Indratmoko, dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan di Mapolres Luwu Timur, Minggu (23/08/2020).

[cut]

Kedua pelaku diiamankan personel Satreskrim Polres Luwu Timur. 



Indratmoko mengatakan, aksi tidak manusiawi kedua pelaku terjadi di sebuah perkebunnan lada, di Desa Pekalongan, Kecamatan Towuti, Kecamatan Luwu Timur.


"Pelaku masih kita periksa. Kepada Satreskrim Polres Luwu Timur, keduanya sudah mengakui perbuatan mereka," terangnya. 


Mengenai anak yang menjadi korban perlakuan tidak bermoral kedua pelaku, menurut Indratmoko, saat ini bocah bersangkutan masih diperiksa kondisi kesehatannya.


"Kita khawatir ginjal korban rusak karena dipaksa menenggak minuman keras dalam jumlah banyak. Sehingga kita inisiatif cek kesehatannya ke petugas medis," ujar Indratmoko. (red)

Komentar Anda

Terkini