-->

Rendahkan Martabat Anak Lewat Istilah Verbal Dapat Dipidana

Dibaca:
Senin, 31 Agustus 2020 / 10.39
Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait.



Dyaksa.id, Jakarta - Bagi Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan verbal.


Menyikapi penggunaan istilah verbal "anjay" dan istilah lain yang mengandung unsur kekerasan verbal, bersifat merendahkan martabat manusia, ujaran kebencian, dan tindakan persekusi terhadap anak, maka pelakunya dapat diganjar sanksi pidana.


Dengan demikian, penggunaan istilah "anjay" di masyarakat harus segera dihentikan. Sebab istilah seperti ini terkesan merendahkan martabat manusia, khususnya anak.

[cut]

Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait.



Ketentuan ini pun telah diatur dalam Pasal 81 Undang-Undang Republik Indonesia UU RI Nomor: 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun pidana penjara.


"Lah, yang buat UU PA itukan DPR. Kog kita yang dinyatakan lebai. Kalau begitu siapa nanti yang melindungi anak," ujar Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, di Jakarta, Minggu (30/08/2020), ketika merespon sikap Anggota Komisi III DPR RI, Asrul Sani.


Menurut Arist, jika istilah "anjai" bermakna pada satu pujian, atau ucapan salut, bangga, dan kagum terhadap sesuatu yang diidolakan dan tidak ada kaitannya dengan sebutan salah satu jenis binatang, maka Komnas PA tidak akan mempermasalakannya.

[cut]

Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait.



Sebab hal tersebut merupakan hak setiap orang, termasuk anak, untuk memlngungkapkan ekspresi dan mengeluarkan pendapatnya.


Atas dasar itu pula, Arist mengajak seluruh kalangan milenial di Indonesia untuk menggunakan istilah "anjai" pada tempatnya mulai saat ini, dengan tidak merendahkan martabat kemanusiaan dan merugikan orang lain.


"Karena setiap orang yang memenuhi unsur melakukan kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan verbal, maka dia dapat dipidana," serunya. (red)

Komentar Anda

Terkini