-->

Terlihat Seperti Bahtera, ini Makna Logo Baru PDAM Tirtasari Binjai

Dibaca:
Sabtu, 15 Agustus 2020 / 18.43
Foto : Logo baru PDAM Tirtasari Binjai.


Dyaksa, Binjai - Logo atau merek dagang dari suatu perusahaan, biasanya memiliki makna tersendiri yang terkandung di dalamnya. Bahkan terkadang, tidak jarang suatu korporasi, mengadakan sayembara guna mencari desain gambar unik dan bermakna positif untuk ditampilkan ke publik.


Beberapa contoh logo dan merek dagang yang sering kita lihat di tempat-tempat publik serta media massa, bisa jadi memiliki beberapa pesan. Pesan yang ingin disampaikan dapat berupa doa, harapan bahkan tujuan dari berdirinya perusahaan itu sendiri.

Dalam beberapa dekade belakangan ini, logo yang bersifat ikonik atau ciri khas dari perusahaan pemilik merek dagang, banyak yang mengalami perubahan. Hal itu dikarenakan berbagai alasan, bisa jadi demi penyegaran, pergantian managemen atau mungkin mengikuti zaman yang terus mengalami perkembangan.

Berbagai kemungkinan di atas, sepertinya menjadi alasan bagi Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirtasari Kota Binjai, untuk melakukan hal serupa. Sebagaimana kita ketahui, beberapa waktu lalu, manajemen perusahaan yang telah berdiri sejak April 1976 itu, juga mengadakan sayembara untuk mencari desain logo baru mereka.

Dari sayembara yang diikuti oleh para kreator asal Kota Binjai, terpilih beberapa gambaran desain yang kemudian digabungkan menjadi satu gambar baru dan akan digunakan sebagai logo atau merek dagang milik PDAM Tirtasari Binjai Binjai. Berikut penjelasan secara mendetail dari Direktur PDAM Tirtasari Binjai, Ir. Taufiq ST,IPM.Asean Eng, terkait perubahan logo baru perusahaanya.
[cut]
Foto : Logo baru terlihat seperti sebuah kapal yang tengah berlayar di lautan samudera.


Secara Keseluruhan Tampak Seperti Sebuah Batera atau Kapal.

Jika dilihat secara keseluruhan, logo PDAM Tirtasari Binjai, terlihat bagaikan sebuah Bahtera atau kapal yang tengah berlayar di lautan samudera. Hal itu, diaminkan oleh Ir. Taufiq, ia menjelaskan, sebuah kapal bermakna sebagai media atau penyalur muatan, yang terus bergerak maju hingga mencapai sebuah tujuan.

"Jadi, memang kalau dilihat logo baru kita itu seperti sebuah Bahtera atau kapal, ini bermakna, sebagai mediator atau penyalur dari keinginan kita yang terus bergerak maju ke depan, pastinya, kita ingin kapal kita kokoh dan kuat dalam mengarungi samudera luas, agar niat baik kita menjadi wujud dan nyata," jelas Taufiq.

Layar Kapal Gabungan Beberapa Gambar.

Jika ingin mengetahui lebih jauh makna bagian layar kapal tersebut, kita harus sedikit menggeser gadget yang dipegang ke arah kanan. Maka layar kapal akan tampak seperti gabungan huruf T dan S. Selain itu, terdapat gambar daun berwarna hijau dengan animasi buah rambutan warna merah, Ir. Taufiq menerangkan, T dan S adalah singkatan, untuk daun dan buah rambutan melambangkan keasrian dan ciri khas Kota Binjai.

"Di sini yang paling unik, untuk layar kapalnya itu, coba monitor gadgetnya sedikit diarahkan ke kanan, kan terlihat huruf T dan S, itu singkatan dari 'Tirtasari', dan juga ada gambar daun, itu memiliki arti bahwa Kota Binjai masih asri dan lingkungannya juga bersih. Sedangkan rambutan warna merah, ialah, buah khas Kota Binjai, yang manis rasanya," terang pria berkaca mata itu, sembari menunjukan logo PDAM Tirtasari Binjai, di layar handphone miliknya.
[cut]
Foto : Gambaran makna pada logo baru PDAM Tirtasari Binjai. 


Bagian Bawah Logo Adalah Sungai.

Terakhir, pada bagian bawah logo, terlihat seperti garis melengkung sebanyak 3 baris berwarna biru. Ir. Taufiq, memaknainya, sebagai 3 aliran sungai yang melintasi Kota Binjai, mulai dari yang paling besar yaitu Sungai Bingei, baris kedua Sungai Mencirim dan paling kecil Sungai Bangkatan.

"Untuk bagian bawahnya itu, kan terlihat garis melengkung sebanyak 3 barisan, itu adalah gambaran dari aliran sungai yang melintasi Kota Binjai kita ini, pertama Sungai Bingei, kedua Sungai Mencirim dan ketiga ialah Sungai Bangkatan. Mengapa sungai, karena selain dari sumur bor, pasokan air kita bersumber dari salah satu sungai tersebut, yaitu, Sungai Bingei," ujarnya.

Pemilihan Logo Melalui Sayembara.

Dalam sesi wawancara itu juga, Ir. Taufiq, mengutarakan, bagaimana proses pemilihan desain yang disayembarakan oleh pihaknya, lalu dilaporkan kepada Walikota Binjau, hingga akhirnya terpilih dua gambar untuk dijadikan satu logo milik PDAM Tirtasari.

"Jadi, sebelum resmi digunakan sebagai logo baru kita, kita menggelar sayembara untuk mencari desain mana yang paling terbaik, dan pastinya, peserta yang ikut itu adalah pemuda-pemudi kreatif asal Kota Binjai, lalu, dari puluhan gambar yang masuk, kita menyerahkannya kepada bapak Walikota Binjai, untuk diseleksi dan masuk tahap selanjutnya," kata Ir. Taufiq.

"Dari bapak walikota, terpilih dua gambar yang paling mendekati keinginan yang ingin kita sampaikan ke publik. Dari sana, akhirnya kita menyatukan dua gambar tersebut, menjadi satu logo yang kita lihat sekarang ini," lanjutnya.
[cut]
Foto : Tengah, Direktur PDAM Tirtasari Binjai, Ir. Taufiq ST.IPM.Asean Eng, bersama kedua pemenang sayembara logo.


Masih Ir. Taufiq, dua pemenang yang mendesain logo penuh makna tersebut, ialah, Yuda Tri Arifta dan Permadi. Keduanya berhak atas hadiah juara 1 dan 2, berupa uang tunai serta sertifikat dari pihak PDAM Tirtasari Binjai.

"Setelah dinyatakan sebegai pemenang dalam lomba logo PDAM Tirtasari Binjai, kedua pemenang yaitu, Yuda Tri Arifta dan Permadi, mendapatkan hadiah uang tunai, jadi sebenarnya, ini bukan tentang nominal uang hadiahnya, namun lebih kepada bagaimana kita menciptakan dan menyerap kreatifitas dari warga Kota Binjai, karena memang, kalau dilihat secara seksama, logo ini sangat unik, bahkan ini sangat tinggi nilainya," pungkas Direktur PDAM Tirtasari Binjai.


Akan Dipatenkan Dengan Perda.

Sebelumnya, logo lama yang terkesan kaku dan ketinggalan zaman, juga tidak memiliki landasan hukum dalam penggunaanya, untuk itu, Ir. Taufiq, akan mematenkan logi baru itu, dengan mengajukan sebuah Peraturan Daerah (Perda) Kota Binjai, khusus untuk logo dan nama perusahaan yang dipimpinnya.

"Selain memang logo yang dulu itu tidak ada dasar hukum dalam menggunakannya, gambarnya juga terlihat kaku sekali, jadi, untuk logo baru ini, ke depan akan di Perdakan, agar memiliki dasar hukum, artinya, tidak boleh ada yang meniru atau menjiplak logo tersebut," tutupnya. (RFS).
Komentar Anda

Terkini