-->

Astaghfirullah ... Tengah Hamil Muda, Wanita ini Tewas Dibegal

Dibaca:
Kamis, 24 September 2020 / 20.35

Semasa hidup : Rani Anggreni, korban pembegalan yang ditemukan tewas di tengah kebun sawit.


Dyaksa, Langkat - Betapa malang nasib wanita satu ini, ketika dirinya tengah mengandung janin dari hasil pernikahannya dengan suami tercinta, nasib naas pun menghampirinya. Rani Angreni (23) warga Afdeling II, Pasar I, Desa Padang Cermin, Langkat, ditemukan tewas secara mengenaskan, setelah ia menjadi korban pembegalan, Kamis (24/9/2020).

Korban ditemukan tewas bersimbah darah di Areal Kebun PT. LNK Padang Brahrang tepatnya di Afdeling II CR 14 (tanaman 2008 B ) Dusun VI Jenggi Kumawar B Tj. Belok, Desa Tanjung Merehe, Kecamatan Selesai, Langkat, dengan luka pada bagian kening atas koyak 5 cm, belakang telinga sebelah kanan koyak 8 cm dan batok kepala bagian belakang remuk.

Berdasarkan info dari pihak kepolisian Polres Binjai, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh pekerja perkebunan atas nama Dedi dan Fery yang hendak memanen buah sawit. Ketika itu, saksi melihat adanya ceceran darah, sendal dan satu unit handphone terletak di pinggir jalan. Penasaran, mereka mengikuti jejak darah yang berakhir di tumpukan pelepah daun sawit.

Baca juga : Diduga Persoalan Lahan Parkir Zainal Tikam Roni Hingga Ususnya Terburai

Betapa terkejutnya kedua saksi, ketika melihat sesosok mayat wanita tergeletak ditutupi pelepah daun sawit. Atas temuan kedua saksi tersebut, mereka pun langsung melapor ke Polsek Selesai dan ke BKO Kebun Polres Binjai. Mendapat Informasi tentang penemuan mayat itu, Kapolsek Selesai AKP Feriawan SH, bergegas memimpin anggotanya untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

[cut]

Sesosok mayat : Korban begal di lahan sawit.


Sempat Menghilang

Setelah dilakukan olah TKP oleh pihak kepolisian, akhirnya diketahui, indetitas korban adalah Rani Angreni. Ia bekerja sebagai sekertaris disebuah peternakan milik pengusaha bernama Aliong Sitepu. Dari sana ditemukan informasi bahwa korban sehari-hari memang melintasi lokasi kejadian untuk perjalanan berangkat dan pulang bekerja.

Sebelum ditemukan tewas, tepatnya pada Rabu 23 September 2020 sekira pukul 17:00 WIB kemarin, ayah Rani Angreni sempat mendatangi kediamannya, dan menanyakan kepada suaminya, tentang dimana keberadaan anaknya. Lalu, dijawab Nurwahyuda (Suami korban-red), kalau istrinya belum pulang dari bekerja. Mereka pun mencari namun korban tidak ditemukan.

Baca juga : Diduga Idap AIDS, Seorang Waria Ditemukan Tewas di Ruko Kosong

Disisi lain, kepada pihak kepolisian, Aliong sang pemilik usaha tempat korban bekerja, mengatakan, Rani Angreni, telah pulang sedari bekerja sejak Rabu 23 September 2020 sekira pukul 17:00 WIB, atau dengan kata lain, sejak diketahui tidak sampai ke rumah. Kala itu, korban yang diketahui pulang bekerja menggunakan sepeda motor Honda Beat bernomor BK 4225 RAQ, melintas dari area perkebunan untuk memotong jalan agar menghemat jarak perjalanan.

[cut]

Pelaku begal : Terduga pelaku begal yang menyebabkan korban Rani Anggreni, meninggal dunia.


Pelaku Diamankan

Setelah melakukan olah TKP, pihak kepolisian di Jajaran Polres Binjai, langsung melakukan penyelidikan ke arah kemungkinan penyebab dan motif dibalik meninggalnya korban. Apakah ada rasa dendam atau murni perampokan disertai tindak kekerasan yang akhirnya berakibat pada hilangnya nyawa calon ibu tersebut.

Berawal dari sepeda motor Honda Beat BJ 4225 RAQ milik Rani Angreni yang digunakan sehari-hari olehnya untuk keperluan berangkat dan pulang bekerja, pihak kepolisian menemukan titik terang. Polisi menemukankan adanya indikasi aksi perampokan sebelum pembunuhan terhadap Rani Angreni terjadi.

Ketika melakukan penyelidikan di lapangan, kepolisian Polres Binjai, mendapat informasi dari masyarakat yang layak dipercaya. Informasi itu terkait dengan keberadaan sepeda motor milik korban, dan dalam kurun waktu kurang dari 6 jam setelah korban ditemukan tewas oleh saksi, sang pelaku pun akhirnya berhasil ditangkap petugas.

Terduga pelaku ialah Gabriel Ginting (20) warga Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai, Langkat. Ia berhasil diamakan kepolisian di Jalan Anggur, Kecamatan Binjai Barat, Binjai. Ketika hendak dibawa ke Mapolres Binjai, Terduga pelaku malah berusaha kabur dengan cara melawan petugas. Tidak ingin mengambil resiko dan terlebih dahulu memberikan peringatan terhadapnya, polisi akhirnya terpaksa melumpuhkannya dengan cara diberi tindakan tegas terukur yaitu ditembak pada kedua kakinya.

Baca juga : Perampok Spesialis Minimarket Terduduk Dihujam Peluru Polisi

Setelah berhasil dilumpuhkan, Gabriel pun dibawa ke Rumah Sakit Dr. RM Djoelham Binjai, untuk mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya ia diboyong ke Mapolres Binjai, guna mempertanggungjawabkan segala tuduhan yang ditujukan kepadanya.

[cut]

Penyelidikan : Petugas kepolisian dari Polres Binjai, saat melakukan olah TKP.


Hamil Muda

Berkaitan dengan peristiwa pembegalan disertai pembunuhan tersebut, Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang Rizki Pratama SIK, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan motif dan ancaman yang akan dijeratkan kepada terduga pelaku Gabriel jika terbukti bersalah dalam persidangan nantinya.

"Korban ditemukan di kebun kelapa sawit oleh petani, awal pemgungkapan kasus dari sepeda motor milik korban, untuk pelaku sudah berhasil diamankan inisial GZG, motifnya pencurian dengan kekerasan untuk mengambil harta korban. Kita akan jerat dengan Pasal 365 Ayat 3," jelas AKP Yayang.

Baca juga : Tabung Gas Meledak 4 Pekerja Bengkel Tewas Puluhan Lainnya Luka-luka

Ketika ditanya prihal kehamilan korban pembegalan tersebut, Kasat Reskrim Polres Binjai, juga membenarkannya, " menurut keterangan dari keluarga Rani Anggreni, ia memang sedang mengandung atau hamil," jawabnya. (RFS)

Komentar Anda

Terkini