-->

Investigasi Bau Busuk Limbah Binjai Supermall

Dibaca:
Kamis, 03 September 2020 / 02.46


Foto : Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, melakukan cek lapangan terkait limbah BSM yang berbau busuk.


Dyaksa, Binjai - Sistem pengelolaan limbah dari suatu badan usaha sudah semestinya tidak menggangu ataupun mencemari lingkungan sekitarnya. Hal ini tertuang jelas dalam Undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Namun, bagaimana jika pengelolaan limbah dari suatu perusahaan, telah berdampak negatif terhadap sekitarnya. Baik dari sisi lingkungan hidup, ataupun kepada masyarakat yang merasakan langsung dampak ketidakbaikkan dalam hal pengelolaan limbah tersebut. Hal ini tentu harus segera diperbaiki atau diatasi.

Hal di atas berkaitan dengan keluhan warga yang berada di sekitar lokasi usaha dari Binjai Supermall (BSM) Jalan Insinyur H. Juanda, Kecamatan Binjai Timur, Binjai. Mereka mengeluhkan adanya bau busuk yang sangat menyengat, dari saluran limbah milik BSM, yang dibuang melalui aliran drainase.


Salah satu warga yang mengeluh atas persoalan limbah pusat perbelanjaan itu, ialah, Surya Turnip. Kepada Dyaksa.id ia mengatakan, bau yang menyengat tersebut, sungguh sangat mengganggu rutinitas warga, khususnya penduduk sekitar serta pedagang makanan dan minuman.

"Ya bang, bau limbah BSM ini sangat busuk sekali, menyengat. Semua warga di sini sudah mengeluh, para pedagang juga mengeluh, hajab kita dibuat bau busuk libahnya itu," kata Surya Turnip.

Lanjutnya, Surya Turnip berujar, limbah berbau busuk tersebut dibuang ke aliran drainase pada sekitaran sore hari, tidak hanya sekali, namun, bisa beberapa kali dalam 1 pekan terakhir ini.

"Jadi, mereka buang limbah itu kadang pagi, tapi seringnya sore bang, sekitar pukul empat sore gitu bang, hampir 1 minggu ini bau busuknya itu kami hirup, kadang pun mau sampai berulang kali selama sehari itu," ujarnya.

Foto : Warga yang mengeluh dengan bau limbah BSM.

Ketika ditanya, harapannya terkait bau busuk yang berasal dari lokasi yang dapat dikatakan sebagai objek wisata di Kota Binjai itu, Surya Turnip meminta agar pengelola segera memperbaiki manajemen pengelolaan limbahnya.

"Ya kami minta untuk segera diperbaiki bang, mau sampai kapan kami mencium aroma bau busuk ini dan juga kalau misalnya bau ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan kami, siapa yang mau tanggung jawab, apa mau perusahaan itu tanggung jawab.?," ujar Surya Turnip.
[cut]
Foto : Salah satu perwakilan manajemen, ketika konfirmasi lebih lanjut prihal pengelolaan limbah BSM.



Cek & Ricek

Terkait dengan keluhan warga soal pengelolaan limbah berbentuk cair tersebut, Dyaksa.id berupaya melakukan kroscek atau dengan istilah lain cek n ricek kepada pihak Binjai Supermall. Pada Selasa 1 September 2020 kemarin, awak media ini bergerak ke kantor manajemen BSM yang terletak di lantai paling atas, berdampingan dengan area parkir mobil.

Dalam ruangan bersekat kaca berukuran sekitar 3 x 3 meter, Dyaksa.id berhasil menemui salah satu perwakilan dari manajemen gedung yang telah berdiri selama 12 tahun terakhir ini. Ia mengaku bernama Zulfi Hendri, membidangi Sub Operasional dari Binjai Supermall.

Dari hasil wawancara singkat dengan Zulfi Hendri di ruangan itu, ia menuturkan, tidak memiliki kewenangan untuk menjawab pertanyaan dari awak media. Dirinya mengarahkan Dyaksa.id untuk mengkonfirmasi lebih jauh prihal yang ingin dipertanyakan kepada bagian Marketing dan Komunikasi (Markom), atas nama Sepri.

"Saya tidak punya kewenangan untuk menjawab pertanyaan bapak, coba nanti konfirmasinya sama bagian Markom, sama bapak Sepri," tuturnya, sembari memberikan nomor kontak telepon sekaligus aplikasi Whatsapp pria yang dimaksudnya.


Ketika ditanya, informasi soal siapa pengelola atau perusahaan yang bertanggung jawab terkait dengan limbah yang dikeluhkan warga, Zulfi Hendri, menjawab, saat ini BSM tengah melalui proses transisi manajemen, dengan kata lain berpindah kepemilikan.

"Saat ini kita sedang proses ganti kepemilikan pak, semuanya sedang proses, jadi kalau untuk lebih jauh kami koordinasinya ke pusat. Sebenarnya, saya juga berterima kasih atas kunjungan ini, soalnya saya juga lagi ngejar persoalan ini ke pusat, jadi dengan seperti ini, bisa makin cepat proses perbaikannya," jawabnya.
[cut]
Foto : Hasil konfirmasi Dyaksa.id, dengan bagian Markom BSM, Sepri.



Konfirmasi Bagian Markom BSM

Setelah berhasil mendapatkan kontak sekaligus nomor telepon aplikasi Whatsapp bagian Markom Binjai Supermall, Dyaksa.id pun mencoba untuk mengkonfirmasi ulang prihal yang masih menjadi tanda tanya, yaitu, bagaimana pengelolaan limbah BSM, hingga akhirnya masyarakat mengeluh soal bau busuk yang sangat menggangu.

Isi konfirmasi awak media ini, yang tertuang dalam pesan Whatsapp tertanggal 2 September 2020 sekitar pukul 12:28 WIB kemarin, beserta jawaban dari bagian Markom BSM, atas nama Sepri, sebagai berikut.

Dyaksa.id : "Selamat siang pak, salam kenal ini saya Sirait dari *Dyaksa.id*, yang kemarin sore konfirmasi ke bapak prihal penanganan Limbah Binjai Super Mall. Izin pak, bagaimana dengan konfirmasi lanjutan saya soal pengelolaan limbah tersebut, mengingat kemarin sore bapak katakan kepada saya untuk menunggu jawaban dari HO bapak. Terima kasih," tanya awak media ini.

Sepri Markom BSM : "[2/9 12:34] Sepri Markom Bsm: siang pak, sory baru respon ya pak
[2/9 12:35] Sepri Markom Bsm: terlampir konfirmasi nya perihal limbah mall kita ya.
[2/9 12:37] Sepri Markom Bsm: Proses pernyaringan limbah di BSM itu melalui proses aerasi. Jika bisa kami jabarkan, Dari grease trap atau perangkap lemak, limbah itu akan masuk ke tangki equalization. Tangki Equalization adalah bak yang digunakan untuk menyama-ratakan (homogenisasi) aliran air serta kualitas air limbah. Kemudian limbah tersebut akan masuk masuk ke tangki aerasi yang kemudian akan masuk proses sedimentasi. Dari situ akan dialirkan ke tangki septik, kemudian mengalir melalui pompa filter menggunakan pasir dan carbon, baru limbah yang sudah terfilter akan keluar melalui drainase kota," jawab pria yang mengaku sebagai putra kelahiran Kota Binjai itu.

Dyaksa.id : "Izin pak, dari hasil wawancara saya dengan warga sekitar gedung Binjai Super Mall (BSM), didapat keluhan yang mengatakan mencium bau yang sangat tidak sedap berasal dari saluran pembuangan limbah BSM, selama sekitar 1 pekan ini, mengapa bisa demikian, apakah pengelolaan limbah BSM telah dikelola dengan baik, atau bagaimana, pak. Juga, saya ingin mempertanyakan prihal izin pengelolaan lingkungan, mengingat saat ini manajemen BSM telah berganti, setahu saya, untuk dapat beroprasional suatu badan usaha harus memiliki izin lingkungan terlebih dahulu, baru dapat beroprasional, bagaimana dengan pendapat bapak soal ini. Mohon dijawab, terima kasih.🙏🏾," lanjut awak media ini.


Sepri Markom BSM : "Bntr ya bg...," jawabnya singkat.

Menunggu sekitar 20 menit tanpa jawaban lebih jauh dari bagian Markom BSM tersebut, Dyaksa.id berinisiatif menghubunginya via telepon seluler dan meminta untuk bertatap muka guna konfirmasi secara langsung. Setelah tersambung, Sepri berkata dirinya tengah menunggu jawaban dari pihak pusat.

"halo pak, ini aku lagi ada meeting ini pak, kami lagi bahas prihal ini, entar aku kabari secepatnya ya pak, aku lagi video call sama pihak pusat ini pak, beberapa dari pertanyaan bapak tadi sedang aku sharing dengan tim pusat kami pak, bentar ya pak," cetus Sepri.

Usai menunggu beberapa belas menit kemudian, Sepri membalas pesan Whatsapp awak media ini, dalam pesannya, ia menuliskan, "Pergantian pengelola bukan berarti pembaruan izin, karena objek dari izin operasional dan AMDAL itu masih sama, yaitu BSM, yang semuanya sudah kami miliki," tulisnya.
[cut]
Foto : Anggota DPRD Kota Binjai, Joko Basuki, ketika meninjau langsung lokasi pembuangan limbah BSM yang dikeluhkan warga.



Anggota DPRD Binjai Langsung Meninjau dan Agendakan RDP.

terkait dengan keluhan warga atas limbah BSM yang mengganggu karena beraroma busuk. Salah satu Anggota DPRD Kota Binjai, Joko Basuki, langsung meninjau lokasi tersebut. Dalam tinjauannya, ia menemukan kebenaran soal apa yang dikeluhkan warga.

Ketika diwawancarai Dyaksa.id via telepon seluler pribadinya, mengungkapkan, apa yang dilakukannya adalah tindakan nyata dari kepeduliannya terhadap keluhan masyarakat, dan ia menghirup secara langsung bau busuk yang sangat menyengat.

"Jadi saya mendengar keluhan warga soal limbah BSM itu, saya langsung cek ke lokasi, ternyata memang benar baunya sangat busuk, sangat tidak enak dicium, dan ini saya lakukan sebagai bentuk kepedulian saya atas masyarakat," ungkap Joko Basuki.


Ditanya lebih jauh, soal tindak lanjut atas tinjauannya itu, Joko Basuki pun menambahkan, ia telah berkoordinasi dengan anggota DPRD lainnya, untuk memanggil pihal terkait guna dengar pendapat tentang pengelolaan limbah tersebut.

"Saya sudah koordinasi dengan anggota DPRD yang lain, dan kita sudah layangkan surat panggilan kepada Walikota Binjai, untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas prihal limbah ini," tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, dr. T Amri Fadli M.Kes, ketika ditanya prihal tindakan apa yang telah dilakukan pihaknya, ia pun menerangkan, anggotanya telah melakukan kroscek langsung ke lapangan dan meminta kepada manajemen agar segera memperbaiki pengelolaan limbah tersebut.

"Kita telah mengkroscek langsung ke lapangan, dan memang benar ada limbah yang baunya itu tidak sedap, jadi, kita minta kepada pihak manajemen untuk segera memperbaiki pengelolaan limbahnya, dan izin lingkungannya, hal itu tertuang dalam berita acara kunjungan kita, sewaktu menemui pihak manajemen BSM," terang dr. Amri. (RFS).
Komentar Anda

Terkini