-->

38 Pasangan di Binjai Ikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu

Dibaca:
Jumat, 16 Oktober 2020 / 10.13
SIDANG: Hakim Pengadilan Agama Binjai memimpin sidang isbat nikah terhadap salah satu dari 38 pasangan. 



Dyaksa, Binjai – Rasa haru dan rona bahagia terpancar di wajah 38 pasangan yang mengikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu di Kantor Pengadilan Agama Binjai, Kamis (15/10/2020).


Pasalnya di kesempatan itu hubungan suami-istri mereka resmi secara hukum negara dan tercatat pula dalam database kependudukan Negara Indonesia.


Salah satu peserta sidang isbat nikah terpadu, Diastono, mengaku bersyukur dan turut berterima kasih kepada pemerintah dan seluruh pihak yang memfasilitasi kegiatan itu.


Apalagi melalui acara tersebut, dia dan istri saat ini telah memiliki buku nikah, yang sangat penting untuk mendukung segala keperluan administratif kependudukan, seperti pembuatan kartu keluarga, peralihan status KTP, dan akta kelahiran anak.


"Kami sudah nikah tiga tahun. Tapi cuma secara siri. Sama sekali tidak tercatat secara hukum negara. Makanya saya dan istri senang sekali bisa dapat buku nikah dan sekarang kami bisa urus akta kelahiran anak,” ungkap Diastono.

[cut]

BUKU NIKAH: Salah satu pasangan suami-istri memperlihatkan buku nikah mereka usai mengikuti sidang isbat nikah terpadu.



(Plt) Kepala Disdukcapil Provinsi Sumatera Utara, Ismael Parenus Sinaga, melalui Kepala Bidang Fasilitasi Pencatatan Sipil, Eko Irawan, mengatakan, sidang isbat nikah terpadu terlaksana berkat kerjasama pihaknya dengan Pengadilan Agama Binjai, Kantor Kementerian Agama Binjai, dan Disdukcatpil Kota Binjai.


Menurutnya, acara tersebut digelar selama dua hari, yakni pada 14 dan 15 Oktober 2020, serta dilaksanakan dalam rangka pencatatan pernikahan massal Muslim dengan penerbitan buku nikah dan dokumen administrasi kependudukan (adminduk).


"Kenapa kita buat dua hari? Sebab kita berupaya menghindarkan terjadinya kerumuman massa. Sehingga penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dapat optimal," ungkap Elo.


Diakuinya, ada beberapa keistimewaan yang didapat para peserta sidang isbat nikah terpadu. Selain mendapatkan buku nikah, mereka pun mendapat kemudahan untuk mengurus kartu keluarga, perubahan status KTP, dan akta kelahiran anak.


"Sesuai rencana, sidang isbat nikah terpadu akan kita laksanakan pada kabupaten/kota lain dI Sumatera Utara, agar pasangan suami-istri yang belum sah secara hukum negara dapat terpenuhi hak administrasinya sebagai warga Negara Indonesia," seru Eko.

[cut]

PENGARAHAN: Peserta sidang isbat nikah terpadu mendapat pengarahan dari pejabat kependudukan dan hakim Pengadilan Agama Binjai.



Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Agama Binjai, Helmilawati, mengatakan sidang isbat nikah terpadu awalnya direncanakan digelar di awal 2020. Namun karena situasi pandemi Covid-19, kegiatan ini terpaksa diundur dan baru dapat dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2020, dengan penerapan ketat protokol kesehatan.


Secara khusus Helmilawati menegaskan, kepemilikan buku nikah sangat penting dalam membantu dan memudahkan urusan administrasi kependudukan, serta menjadi pedoman hukum status pernikahan di Indonesia.


“Kita berikan kemudahan bagi masyarakat. Dalam arti, mereka yang belum punya buku nikah, bisa terbantu. Apalagi dengan buku nikah, hak-hak pasangan, khususnya hak istri, dapat terlindungi,” terangnya.

[cut]

SURAT NIKAH: Kepala Bidang Fasilitasi Pencatatan Sipil, Eko Irawan, menyerahkan surat keterangan pernikahan kepada salah satu peserta sidang isbat nikah terpadu. 



Sebelumnya, Staf Ahli Walikota Binjai Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Afwan Lubis, mengatakan, sidang isbat nikah terpadu merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat.


Apalagi setiap pasangan yang ikutserta dalam kegiatan tersebut sama sekali tidak dipungut biaya.


“Manfaatkanlah identitas ini secara maksimal. Apalagi ini gratis. Mudah-mudahan ini membantu segala urusan administrasi kependudukan bapak dan ibu sekalian,” ujar Afwan. (war)

Komentar Anda

Terkini