-->

Diduga Menelantarkan Anak, Tokoh Agama Dilaporkan Mantan Istri ke Polisi

Dibaca:
Jumat, 02 Oktober 2020 / 20.30

Dilaporkan : H. M. Nirwansyah Putra, seorang ustad yang dilaporkan oleh mantan istrinya ke pihak kepolisian atas dugaan tindak pidana penelantaran anak.



Dyaksa, Binjai - Diduga melanggar tindak pidana penelantaran atas anak kandungnya sendiri, seorang tokoh agama kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Ia dilaporkan oleh mantan istrinya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Binjai, Jumat (2/10/2020).


Tokoh agama itu diketahui bernama H. M. Nirwansyah Putra (41) warga Jalan Gunung Semeru Nomor 4 Lingkungan V, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Binjai. Sedangkan mantan istri sekaligus pelapor ialah, Diana Amelia (33) dengan domisili alamat yang sama (bertetangga).

Laporan dugaan tindak pidana yang dilaporkan oleh mantan istri sang tokoh agama, tertuang jelas di Tanda Bukti Lapor (TBL) Nomor : STPLP/327/VII/2020/SPKT-A Res. Binjai, tertanggal 30 Juli tahun 2020. Sedangkan 2 orang korban anak yang diduga ditelantarkan oleh ayah kandungnya ialah, RA dan SR.


Informasi yang berhasil dirangkum Dyaksa.id, langsung dari para narasumber atau para pihak yang bersengketa hukum di atas, didapat, kasus dugaan tindak pidana penelantaran anak tersebut, berawal dari gugatan perceraian dari kedua orang tua sang anak. Keduanya memutuskan untuk berpisah, memalui persidangan panjang di pengadilan agama.
[cut]
Memperoleh informasi : Pelapor dugaan tindak pidana penelantaran anak, Diana Amelia didampingi penasehat hukumnya, ketika menceritakan prihal laporannya ke pihak kepolisian.



Versi Pelapor

Dari hasil wawancara awak media ini, pada Selasa 29 September 2020 kemarin. Pelapor Diana Amelia, didampingi kuasa hukumnya atas nama Edi Ismail SH, mengatakan, ia terpaksa melaporkan mantan suaminya ke pihak kepolisian, dikarenakan terhitung lebih dari 6 bulan, sang tokoh agama tidak lagi memberikan nafkah kepada anaknya, sesuai dengan putusan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan Nomor : 1/Pdt.G/2020/PTA-Mdn tertanggal 23 Januari 2020.

"Jadi, awalnya saya menggugat dia bercerai di Pengadilan Agama Binjai, itu pada bulan April 2018 dan putus di bulan Juli 2019, terus beliau banding dan putusan akhirnya di Pengadilan Tinggi Agama Medan, dalam putusan itu, kedua anak saya berhak atas nafkah dari ayah kandungnya, berupa uang tunai sebesar 2 juta rupiah di luar biaya pendidikan dan kesehatan serta pertambahan sebesar 10% setiap tahunnya," ujar Diana Amelia.

Masih Diana Amelia, menurutnya, sejak putusan tersebut disahkan oleh PTA Medan, tokoh agama tidak pernah menjalankan tanggung jawabnya, seperti semestinya. Ia juga menerangkan, bukan hanya tidak memberikan hak dari anak-anaknya, pria yang dulu mendampinginya itu juga, menekan secara verbal kedua buah hatinya dengan mengatakan jika ingin dinafkahi maka mereka harus ikut sang ayah.

"Dari putusan itu hak asuh diberikan kepada saya, dan ayahnya wajib memberikan nafkah seperti yang saya katakan tadi. Namun, setelah sejak putusan itu dikeluarkan pengadilan agama, dia tidak pernah memberikan nafkah kepada anak-anak saya, terus dia juga menekan kedua anak saya, jika ingin diberi uang, maka mereka harus ikut dia, kalau tidak, anak saya harus minta sama saya," terangnya.


Selain itu, Diana Amelia turut menjelaskan, alasan mengapa ia menggugat sang mantan suami untuk bercerai. Ibu dua anak itu beralasan, sudah merasa tidak tahan lagi dengan tekanan batin yang diterimanya, pasca sang tokoh agama memilih untuk menikah lagi, alias berpoligami.

"Sebenarnya, saya gugat dia cerai karena sudah tidak tahan lagi dengan tekanan di hati saya. Dia menikah lagi, tanpa sepengetahuan dan seizin saya. Sudah cukup perih yang saya rasakan selama ini," ujar Diana Amelia, sembari mengusap air matanya.

Di saat berbeda, kuasa hukum Diana Amelia, Edi Ismail SH, meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menindak lanjuti laporan kliennya dan ia juga berharap, agar Unit PPA Satreskrim Polres Binjai, dapat segera menetapkan status tersangka bagi terlapor, mengingat, perkara tersebut telah 2 bulan lebih bergulir.

"Saya selaku kuasa hukum saudari Diana Amelia, meminta kepada pihak kepolisian agar segera menaikkan perkara ini ke tingkat penyidikan dan menetapkan terlapor sebagai tersangka, kan sudah dua bulan lebih ini kasusnya," pinta Edi Ismail.
[cut]
Penelantaran : Ilustrasi penelantaran anak di bawah umur.



Konfirmasi Kepolisian

Menerima informasi tentang kasus dugaan penelantaran anak di bawah umur oleh ayah kandungnya sendiri, Dyaksa.id, pun mencoba mengkonfirmasi ulang kepada pihak kepolisian Polres Binjai, dihubungi melalui aplikasi pesan Whatsapp, Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang Rizki Pratama SIK, membenarkan adanya laporan tersebut.

"Masih sidik bang, mereka masih berperkara d pengadilan agama," balas Kasat Reskrim singkat.

Merasa masih kekurangan dalam pendalaman informasi yang diberikan oleh Kasat Reskrim Polres Binjai, awak media ini mencoba menghubungi memalui telepon seluler pribadinya, dan didapatkan jawaban, pihaknya telah mengambil keterangan dari kedua pihak.


"Masih dalam tahap penyelidikan, untuk soal yang perkara apa yang di pengadilan agama, bisa tanya langsung sama yang bersangkutan, kedua belah pihak sudah diperiksa," jawab AKP Yayang Rizki Pratama SIK.
[cut]
Konfirmasi lanjutan : Awak media mendatangi kediaman sang ustad, untuk konfirmasi lanjutan, terkait dugaan tindak pidana penelantaran anak.



Tenggapan Sang Tokoh Agama

Terkait dengan informasi dari Diana Amelia dan konfirmasi pembenaran dari pihak berwajib, Dyaksa.id, melanjutkan pencarian informasi tambahan, dengan mendatangi kediaman sang tokoh agama H. M. Nirwansyah Putra, untuk klarifikasi serta meminta tanggapannya, berhubungan dengan persoalan yang tengah dihadapinya.

Ditemui di rumahnya, H. M. Nirwansyah Putra, mengajak awak media ini, ke dalam sebuah ruangan untuk proses konfirmasi lanjutan. Dyaksa.id, langsung membuka percakapan dengan mengkonfirmasi kebenaran terkait laporan atas dirinya yang diduga melakukan tindak pidana penelantaran terhadap anak kandungnya sendiri.

"Memang benar, saya dilaporkan ke polisi terkait dugaan penelantaran anak, oleh mantan istri saya Diana Amelia, dan memang benar juga putusan pengadilan agama itu saya harus memenuhi nafkah sebesar 2 juta rupiah perbulan dengan penambahan 10% tiap tahunnya. Tapi izinkan saya cerita dari nol, mengapa semua ini terjadi, dan apa alasan saya tidak memberikan uang tersebut," kata Putra.


Sang tokoh agama menuturkan, alasan mengapa ia tidak menjalankan kewajibannya sebagai ayah kandung sesuai dengan putusan pengadilan yang telah ditetapkan. Hal itu dikarenakan sebelum bercerai dengan sang mantan istri, telah terjadi konflik panjang diantara keduanya beserta keluarga besar mereka.

"Jadi, sebelum resmi bercerai, sudah terjadi perselihan diantara kami, hal itu karena istri saya tidak senang saya membawa dan merawat keluarga saya yang datang dari pulau Jawa, terus pertengkaran pun mulai terjadi, sampai ketika orang tua saya meninggal pun anak-anak saya tidak dihadirkan di sana, bayangkan itukan dalam keadaan berduka," tuturnya.

"Terus orang tua si Lia juga pernah menyidang saya dan menanyakan soal kemana uang saya, saya jawab yang penting anak bapak tidak kekurangan, tapi malah dibilang kalau saya tidak jujur saya dan anak saya bisa gila, terus mereka juga mengatakan sewaktu saya gembel mereka yang menolong saya, bukan ada orang tua saya menolong, saya rasa ini sudah keterlalun, saya pun kembali ke rumah sambil bilang, gila harta kalian semua," cetus Putra.


Putra melanjutkan, ia bukan hanya sekedar memberi uang sebesar yang diwajibkan atasnya sesuai dengan putusan PTA, namun, versinya, dirinya memberikan lebih dari itu, tapi memang tidak terdokumentasi alias tidak ada bukti.

"Bukan 2 juta sebulan, tapi seminggu 2 juta, kalau dihitung sebulan itu 8 juta, tapi memang tidak saya beri ke ibu asuhnya (Diana Amelia), kan dalam putusan itu tidak ada diterangkan harus ditransfer. Saya juga punya alasan mengapa tidak memberikan uang itu kepada dia," ketus pria yang juga membuka praktik pengobatan Rukiah di rumahnya itu.

Ditanya, mengapa ia tidak memberikan hak anak-anaknya melalui sang ibu atau dengan kata lain kepada mantan istrinya, ia berpendapat, sudah tidak lagi mempercayainya, dikarenakan dirinya merasa kehilangan harta benda dan pelakunya diduga adalah Diana Amelia.


"Memang tidak saya kasi ke dia uangnya, karena uang, surat berharga, emas dan lainnya sudah dicuri orang dan saya telah melaporkan Diana Amelia dengan pencurian dengan pemberatan ke Polres Binjai. Emas itu ratusan gram, kalau diuangkan seratus juta, kan bisa untuk nafkah anak-anak," bebernya. (RFS)

Catatan redaksi :  - Ralat : Judul berita dan isi telah mengalami perubahan.
- Terdapat beberapa bagian dari konfirmasi kedua belah pihak yang terpaksa diedit dan tidak ditayangkan oleh redaksi, dikarenakan berkaitan dan bermuatan dengan SARA.
Komentar Anda

Terkini