-->

KPU Siap Cetak APK Resmi Peserta Pilkada Binjai

Dibaca:
Jumat, 02 Oktober 2020 / 20.27
Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Binjai, Robby Effendi Hutagalung.



Dyaksa, Binjai - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai mulai Senin (05/10/2020) ini siap mencetak seluruh alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye (BK) resmi dari ketiga pasangan calon (paslon) peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai 2020.


Hal ini menyusul telah diserahkannya seluruh materi dan desain alat peraga kampanye dan bahan kampanye dari masing-masing tim penghubung (LO) dan pengurus partai politik pengusung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Binjai kepada KPU Kota Binjai, Jumat (2/10/2020).


"Rencananya besok (Sabtu, 03/10/2020), KPU Kota Binjai akan mengundang seluruh pasangan calon, beserta LO dan masing-masing partai politik pengusungnya di Coffee Day, untuk penandatanganan spesimen desain APK dan BK, yang sebelumnya telah kita sepakati. Sehingga Senin (05/10/2020) nanti, itu semua sudah mulai dicetak," ungkap Komisioner KPU Kota Binjai, yang juga Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia, dan Partisipasi Masyarakat, Robby Effendi Hutagalung, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (2/10/2020) sore.

[cut]

Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Binjai, Robby Effendi Hutagalung.



Diakui Robby, waktu akhir penyerahan dan perbaikan materi dan desain alat peraga kampanye dan bahan kampanye pasangan calon peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai 2020 memang mengalami perubahan.


"Awalnya kan jadwal penyerahan akhir materi dan desain alat peraga kampanye dan bahan kampanye kita tetapkan pada 28 November 2020, atau lima hari pasca penetapan pasangan calon. kan tetapi jadwal tersebut berubah menjadi 2 Oktober 2020," jelasnya


Menurut Robby, perubahan jadwal tersebut terjadi karena keluarnya petunjuk teknis (juknis) terbaru dari KPU RI, tentang jadwal pengumpulan dan perbaikan materi dan desain alat peraga kampanye dan bahan kampanye peserta Pilkada Serentak 2020.


"Tapi secara umum, hal tersebut tidak menganggu jadwal dan tahapan kampanye pasangan calon, khususnya terkait pengadaan alat peraga kampanye dan bahan kampanye yang difasilitasi oleh KPU," terangnya.

[cut]

Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Binjai, Robby Effendi Hutagalung.



Mengenai dimana saja titik pemasangan alat peraga kampanye pasangan calon peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai 2020, menurut Robby hal itu mengacu pada hasil rapat koordinasi dan kesepakatan KPU Kota Binjai dengan Pemerintah Kota Binjai.


"Yang jelas, Pemerintah Kota Binjai sudah menetapkan daerah mana saja yang boleh dan tidak boleh dipasangi alat peraga kampanye. Kita tentu harus mematuhi itu. Sebagai contoh, daerah yang tidak boleh ialah kawasan-kawasan di Kota Binjai yang selama ini masuk dalam zona hijau," ungkapnya.


Di sisi lain, lanjut Robby, KPU Kota Binjai bersama ketiga pasangan calon, tim penghubung, dan masing-masing partai politik pengusungnya, sudah pula menyepakati jumlah penambahan alat peraga kampanye dan bahan kampanye yang diperbolehkan.

[cut]

Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Binjai, Robby Effendi Hutagalung.



Untuk alat peraga kampanye berupa baleho, spanduk, dan umbul-umbul, dia menyebut, jumlah penambahannya mencapai 100 persen dari jumlah alat peraga kampanye yang difasilitasi KPU untuk setiap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Binjai.


Sedangkan untuk penambahan bahan kampanye berupa poster, pamflet, brosur, dan selebaran, jumlah penambahannya mencapai 30 persen dari jumlah keluarga di Kota Binjai atau masing-masing sebanyak 27 ribu lembar per pasangan calon. 


"Sebaliknya untuk bahan kampanye lainnya yang tidak difasilitasi KPU namun tetap diperbolehkan, seperti mug, pulpen, pin, gantungan kunci, kaos, dan lainya, jumlah penambahannya mencapai 30 persen dari jumlah daftar pemilih sementara (DPS) Kota Binjai, dengan nilai satuan maksimal sebesar Rp 60 ribu," ujar Robby.


Dengan catatan, jika penambahan bahan kampanye lainnya yang diperbolehkan tadi dikonversikan dalam bentuk uang, maka secara total setiap pasangan calon hanya boleh membelanjakan uang mereka senilai Rp 3,21 miliar.

[cut]

Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Binjai, Robby Effendi Hutagalung.




Disinggung masih adanya billboard pasangan calon peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota yang terpasang pada beberapa titik di Kota Binjai dan belum ditertibkan, Robby mengaku, hal itu menjadi kewenangan dari Pemerintah Kota Binjai.


"Saya rasa itu dalam proses penertiban. Sebab Kamis (24/09/2020) kemarin, KPU Kota Binjai sudah ikut apel dan rapat koordinasi dengan Bawaslu Kota Binjai, Pemerintah Kota Binjai, Polres Binjai, dan Kodim 0203/Langkat, soal penertiban seluruh alat peraga kampanye dan alat sosialisasi pasangan calon yang tidak resmi," seru Robby.


Secara khusus, dia pun tetap mengingatkan setiap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Binjai dan masing-masing tim kampanyenya, agar terlebih dahulu membuat surat pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian, yang ditembuskan kepada KPU dan Bawaslu, jika hendak menggelar acara pertemuan terbatas, tatap muka, dan dialog.


"Namun tetap saja pertemuan terbatas, tatap muka, dan dialog tersebut dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, dan jumlah peserta maksimal yang diperbolehkan hadir hanya sebanyak 50 orang," pungkasnya. (war)

Komentar Anda

Terkini