-->

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Wanita Terbalut Sprei

Dibaca:
Sabtu, 03 Oktober 2020 / 07.57
DIAMANKAN: Tiga tersangka pembunuh saat diamankan di Mapolres Humbahas.



Dyaksa, Humbahas – Motif di balik pembunuhan Kurnia Maya Sari (33), wanita yang ditemukan tewas terbalut sprei di perladangan Asobe, Dusun III Lumbansonang, Desa Saitnihuta, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, 27 September 2020 lalu, akhirnya terungkap.


Dari hasil penyelidikan polisi, sebelum dibunuh, wanita yang tercatat sebagai warga Gang Cakra II, Dusun XI, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang itu, terlebih dahulu disekap dan diperkosa oleh para pelaku.


Para pelaku ialah B (30) dan YP (32), suami-istri, warga Jalan Medan-Binjai, Kilometer 10,8, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang; serta DS (25), warga Desa Gambuslaut, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara.

Baca juga : Diduga Persoalan Lahan Parkir, Zainal Tikam Roni Hingga Ususnya Terburai


Ketiganya kini telah berstatus tersangka. Mereka ditangkap anggota Opsnal Satreskrim Polres Hubanghasundutan di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan," ujar Paur Subbag Humas Polres Humbahas, Bripka Syawal Lolobako, Kamis (01/10/2020) siang.

[cut]

DIAMANKAN: Tiga tersangka pembunuh saat diamankan di Mapolres Humbahas.



Menurut Syawal, aksi keji ketiga pelaku yang nekat menyekap, memperkosa, dan menghabisi nyawa Kurnia Maya Sari diduga mereka lakukan karena kesal korban terus meminta dipulangkan ke kampung halamannya, di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.


Apalagi keberadaan Kurnia Maya Sari selama ini memang disembunyikan ketiga pelaku, karena mereka takut sang pemilik lahan yang bermarga Simamora marah. Sebab sejak awal, sang pemilik lahan memang menolak penambahan pekerja di ladangnya.


“Korban merupakan kenalan tersangka DS, yang mana selama ini mereka berkomunikasi melalui jejaring sosial. Dia sendiri berhasil dibujuk tersangka DS untuk ikut bekerja di areal perladangan tersebut,” jelas Syawal.

Baca juga : Polres Aceh Timur Berduka, Wakapolres Pimpin Upacara Pemakaman


Dalam hal ini, tersangka B dan YP mengaku sebagai pasangan suami-istri, meskipun tanpa bukti buku nikah. Mereka telah bekerja di perladangan itu sejak dua bulan terakhir. Sementara tersangka DS baru bekerja dalam jangka waktu satu bulan terakhir.

[cut]

DIAMANKAN: Tiga tersangka pembunuh saat diamankan di Mapolres Humbahas.



Dijelaskan Syawal, berdasarkan keterangan ketiga pelaku, sejak hari pertama tiba di persidangan itu korban memang sudah merasa tidak betah dan ingin pulang. Namun keinginan korban selalu saja dapat ditahan para pelaku dengan berbagai alasan.


Puncaknya, pada 26 September 2020 atau hari ketiga korban bekerja di tempat tersebut, dia pun mengutarakan keinginannya untuk pulang ke Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, kepada ketiga pelaku.


Namun hal tersebut berupaya dicegah oleh ketiga pelaku, dengan alasan mereka tidak memiliki uang untuk menutupi ongkos angkutan bagi korban, yang saat itu tetap bersikeras berangkat menuju kampung halamannya.

Baca juga : Naas, Menantu dan Mertua Tewas Terlindas Truk


"Merasa kesal karena korban terus meronta dan berteriak agar diberikan izin dan ongkos untuk pulang, tersangka B dan DS kemudian menyekap wanita tersebut, lalu menutup mulutnya dengan lakban,” ungkap Syawal.

[cut]

DIAMANKAN: Tiga tersangka pembunuh saat diamankan di Mapolres Humbahas.



Tindakan tidak manusiawi itu nekat mereka lakukan, karena di saat yang sama si pemilik lahan kebetulan datang meninjau ladangnya dan sempat mendengar teriakan korban.


Namun tersangka YP seketika itu menjelaskan kepada pemilik lahan, jika teriakan tersebut hanyalah keributan dari suara film horor yang mereka tonton dari televisi di dalam gubuk.


“Di dalam gubuk, tersangka B lantas menutup mulut korban dengan sekuat tenaga menggunakan tangan kirinya. Dia lantas memukul kepala korban dengan parang sebanyak satu kali, lalu membenturkan kepala wanita itu ke lantai sebanyak dua kali,” jelas Syawal.


Akan tetapi aksi kekerasan terhadap korban tidak hanya sampai di situ. Sebab begitu tersangka YP kembali ke dalam gubuk, dia lantas mengikat tangan korban dengan kain dan menutup mulutnya dengan tangan kanan.

Baca juga :Pria Paruh Baya Tewas Ditombak Tetangga Sendiri, Begini Kronoligisnya


“Setelah itu, tersangka DS memperkosa korban di hadapan tersangka B, untuk selanjutnya memukul kepala dan wajah korban dengan parang, sebanyak dua kali. Tindakan kekerasan itu pula yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia,” sebut Syawal.

[cut]

DIAMANKAN: Tiga tersangka pembunuh saat diamankan di Mapolres Humbahas.



Sebaliknya, begitu menyadari korban telah meregang nyawa, ketiga pelaku kemudian membalut mayat korban dengan kain sprei dan membiarkannya di dalam gubuk tersebut, sebelum akhirnya ditemukan warga sekitar.

Baca juga : Diduga Idap AIDS, Seorang Waria Ditemukan Tewas di Ruko Kosong


"Saat ini, ketiga tersangka ditahan di Sel Mapolres Humbahas. Mereka terancam hukuman penjara seumur hidup atau penjara selama 20 tahun, karena dianggap melanggar Pasal 340 Subs Pasal 338, Pasal 351 Ayat (3), dan Pasal 285 KUHPidana,” tukas Syawal. (ray)

Komentar Anda

Terkini