-->

Setelah Karo Kini Giliran Pematangsiantar Disidak Wakajati Sumut, ada yang Beda!

Dibaca:
Sabtu, 07 November 2020 / 17.38

Sidak : Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Wakajati Sumut) Jacob Hendrik Pattipeilohy SH,MH, menyidak Kejari Pematangsiantar.


Dyaksa, Pematangsiantar - Masih dalam rangka persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020. Setelah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, kini, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy SH,MH, juga menyidak Kantor Kejari Pematangsiantar, Jumat (7/11/2020).


Sidak yang dipimpin oleh Wakajati Sumut bersama dengan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev), juga diikuti pejabat Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), yaitu, Asintel Dwi Setyo Budi Utomo, Koordinator Salman, Kasi Penkum Sumanggar Siagian dan Kasi E Karya Graham Hutagaol.

Kehadiran Wakajati Sumut bersama tim, disambut langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Negeri (Plt Kajari) Pematangsintar Otto Ismail SH,MH, Kasi Intel B.A.S. Faomasi Jaya Laia SH,MH beserta para Kasi lainnya dan seluruh pegawai di jajaran Kejari Pematangsiantar.


Berbeda dengan yang terlihat di Kabupaten Karo, ketika tim melakukan Sidak di Kota Pematang Siantar, spanduk pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar, hanya ada satu pasangan calon (Paslon). Ternyata, karena memang hanya ada satu pasangan calon yang akan maju dalam Pilkada serentak kali ini, alias melawan kotak kosong. Sang paslon ialah Asner dan Susanti.
[cut]
Sidak : Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Wakajati Sumut) Jacob Hendrik Pattipeilohy SH,MH, menyidak Kejari Pematangsiantar.



Sebelum rapat koordinasi terkait pemantauan persiapan Kejari Pematangsiantar pada Pilkada 2020 berlangsung, Wakajati Sumut menyempatkan diri untuk berdialog dengan para Kasi dan pegawai dilingkungan kerja Kejari Pematangsiantar. Wakajati juga mengunjungi beberapa ruangan dan memastikan seluruh staf dan pegawai siap dalam menghadapi pesta demokrasi dan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Wakajati alumni Sespimti 2020 ini juga melihat langsung kesiapan Posko Pemantau Pilkada Kejari Pematangsiantar 2020 termasuk kesiapan SDM yang bertugas di posko pemantauan.

Dalam arahannya, Wakajati Sumut menyampaikan bahwa kedatangan Tim Monev kali ini adalah untuk menindaklanjuti hasil rapat kerja Selasa (3/11/2020) yang digelar secara vicon dan diikuti seluruh Kajari, Kasi Pidum, Kasi Intel, dan Kasi Datun se Sumatera Utara yang daerahnya menyelenggarakan Pilkada serentak 2020.


"Monitoring dan evaluasi yang dilakukan adalah untuk memastikan sudah sejauh mana masing-masing Kejari mempersiapkan diri menghadapi Pilkada serentak juga dalam menindaklanjuti hasil rapat kerja kemarin, kita berharap masing-masing memiliki terobosan dan konsep serta strategi dalam mendeteksi dini dan deteksi aksi yang akan dijalankan  dalam mengawal Pilkada tahun ini," katanya.
[cut]
Paparan : Jajaran Kejari Pematangsiantar, mendengarkan paparan dan arahan dari Wakajati Sumut.



Penguatan skill, lanjut Jacob Hendrik bahwa dalam mengusung strategi, konsep dan bagaimana menggerakkan anggota di lapangan dalam mengawal dan memantau tahapan sampai pada pelaksanaan Pilkada Pematangsiantar 2020, perlu didukung data yang akurat dan valid.

"Kita harus memastikan dalam tahapan Pilkada ini di lini mana bisa terjadi kerawanan dan apa upaya yang harus kita lakukan di lapangan," tandasnya.

Apa yang disampaikan Kasi Intel dalam paparannya, kata Hendrik perlu dilanjutkan dan ditingkatkan. Karena kemampuan untuk membaca situasi atau deteksi dini dan kemudian didukung deteksi aksi akan menjadi sebuah kekuatan kita dalam mengawal Pilkada serentak 2020.


Kasi Intel Kejari Pematangsiantar B.A.S Faomasi Jaya Laia SH,MH, menyampaikan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 180.460 jiwa dan dalam proses pemilihan nantinya akan terbagi di 545 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 8 Kecamatan.
[cut]
Foto bersama : Usai melakukan sidak, Wakajati Sumut berfoto bersama dengan jajaran Kejari Pematangsiantar. 


"Jumlah pemilih di 8 Kecamatan di Pematangsiantar ada 180.460 orang dengan lokasi TPS yang terbagi di 545 titik, ini yang dapat kami laporkan kepada pimpinan, terima kasih," pungkas B.A.S.

Asintel Kejati Sumut Dwi Setyo Budi Utomo menyampaikan bahwa proses pemantauan Posko Pilkada Pematangsiantar 2020 secara real time harus melaporkan sudah sejauh mana tim yang ada di lapangan dalam mengumpulkan data dan melaporkannya ke pimpinan.

"Harapan kita, seluruh Kejari khususnya Kejari yang daerahnya menyelenggarakan Pilkada melaporkan data-data terbaru yang ditemukan di lapangan," katanya.


Secara khusus, tambah Asintel seluruh ASN, Jaksa dan pegawai benar-benar netral dalam Pilkada serentak 2020. Patuhi protokol kesehatan dalam menjalankan tugas di lapangan. (RFS).
Komentar Anda

Terkini