-->

Demi Rp 90 Juta, Pria Ini Nekat Palsukan Surat Kematiannya

Dibaca:
Selasa, 22 Desember 2020 / 22.01
LESU: Tersangka HM tertunduk lesu, usai ditangkap pihak kepolisian atas dugaan kasus penipuan dan pemalsuan surat kematian terkait pencairan klaim asuransi jiwa, Selasa (22/12/2020). 


Dyaksa, Binjai - Berdalih memerlukan uang untuk menutupi kebutuhan hidup, seorang pria di Kota Binjai, Sumatera Utara, nekat mengajukan pencairan klaim asuransi jiwa senilai Rp 90 juta dengan cara memalsukan surat keterangan kematiannya sendiri.


Hal inilah yang dilakukan HM alias Hari, penduduk Jalan Soekarno-Hatta, Lingkungan IV, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur.


Akibat ulah nekatnya melakukan penipuan dengan modus memalsukan surat keterangan kematian untuk pencairan klaim asuransi jiwa, pria 42 tahun itu pun harus berurusan dengan pihak kepolisian.

[cut]

BARANG BUKTI: Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama, dan Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, memperlihatkan seluruh barang bukti dari tersangka HM. 



HM pun diringkus personel Satreskrim Polres Binjai dari kediaman orangtuanya di kawasan Jalan Damar 7, Kelurahan Simalingkar, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, pada Kamis (17/12/2020) sore.


Sebagai barang bukti, polisi mengamankan surat keterangan kematian dan surat keterangan kecelakaan lalu-lintas palsu, surat keterangan pengajuan klaim asuransi, buku tabungan, kartu keluarga, dan KTP atas nama tersangka HM, satu unit telepon seluler, selembar rekening koran atas nama PT BNI Life Insurance, serta lima lembar rekening koran atas nama tersangka HM.


"Dalam kasus ini, HM terancam hukuman enam tahun penjara, karena dianggap melanggar Pasal 263 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 378 KUHPidana," ungkap Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama, dan Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, Selasa (22/12/2020) siang.

[cut]

KETERANGAN: Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama, dan Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, memberikan keterangan kepada para wartawan. 



Romadhoni mengatakan, kasus ini diawali proses pencairan klaim asuransi jiwa senilai Rp 90 juta oleh PT BNI Life Insurance, menyikapi pengajuan dari istri sekaligus ahli waris tersangka HM, selaku pemilik polis asuransi.


Dalam pengajuan itu, tersangka HM mulanya dilaporkan telah meninggal dunia, akibat insiden kecelakaan lalu-lintas di Koya Binjai. 


Namun tidak lama setelah transaksi pengiriman uang hasil pencairan klaim asuransi jiwa berhasil dilakukan, justru giliran istri tersangka HM yang dilaporkan meninggal. Hanya saja ahli waris yang mengajukan pencairan klaim asuransi justru tersangka HM.


"Sadar ada hal yang tidak beres, PT BNI Life Insurance lantas melakukan kroscek lapangan. Di situlah diketahui bahwa tersangka HM masih hidup. Bahkan semua surat-menyuratnya tidak sah. Sebab baik stempel dan tandatangannya palsu," ujar Romadhoni.

[cut]

PERLIHATKAN: Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama, dan Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, memperlihatkan tersangka HM di hadapan para wartawan.



Dalam keterangannya kepada wartawan, tersangka HM mengakui, penipuan terkait pengajuan klaim asuransi jiwa digital tersebut merupakan kasus kejahatan pertama dia lakukan.


"Awalnya untuk safety saja, makanya saya ikut asuransi. Tapi karena ada kebutuhan mendesak, saya coba ajukan klaim. Ibarat main judi, syukur-syukur bisa cair. Saya buat seolah-olah saya meninggal dunia dan warisnya itu istri saya," seru ayah tiga anak itu. 


Beruntung bagi tersangka HM, pada 14 hari kerja setelah pengajuan klaim asuransi jiwa dan pengiriman seluruh dokumen administrasi kepada pihak PT BNI Life Insurance via email, uang hasil pencairan klaim asuransi jiwa senilai Rp 90 juta akhirnya masuk ke dalam rekening tabungan pribadinya.


"Uang asuransi itu sudah habis saya pakai. Saya gunakan untuk berlibur dengan istri dan anak-anak ke Jakarta dan Jogjakarta. Saya juga gunakan untuk memperbaiki kamar mandi, serta untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari," terang tersangka HM.

[cut]

PERLIHATKAN: Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama, dan Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, memperlihatkan tersangka HM di hadapan para wartawan.



Corporate Secretary and Legal Officer PT BNI Life Insurance, Dody Prayogi, mengakui, kasus pemalsuan surat dan penipuan terkait pencairan klaim asuransi jiwa oleh oknum nasabah merupakan kejadian pertama yang dialami perusahaannya.


Atas dasar itu pula, dia mengaku PT BNI Life Insurance akan lebih teliti dan selektif saat menerima pengajuan klaim asuransi jiwa oleh nasabah.


"Kasus ini memberikan pembelajaran sangat berharga bagi kami, untuk lebih meningkatkan ketelitian, terutama terkait proses verifikasi berkas administrasi pengajuan klaim maupun investigasi lapangan," ungkap Dody.


"Secara khusus kami juga mengapresiasi kinerja Polres Binjai. Sebab kami menilai polisi dengan sangat cepat, tanggap, dan profesional menyelesaikan kasus penipuan ini," imbuhnya. (war)

Komentar Anda

Terkini