-->

Waspada, Penipuan Modus Jual-Beli Mobil Marak Terjadi di Aceh Timur

Dibaca:
Rabu, 06 Januari 2021 / 16.12
Ilustrasi



Dyaksa, Aceh Timur - Aksi penipuan berkedok jual-beli mobil marak terjadi di Kabupaten Aceh Timur, Aceh.


Dalam kasus tersebut, pelaku mengaku berprofesi seorang dokter bedah bernama dr Achmad Diki Dermawan SpB atau dr Deni Irwandi SpB, yang selama ini mengklaim bertugas di RSUD Zubir Mahmud, Kabupaten Aceh Timur.


Guna meyakinkan calon pembeli, dia kerap melampirkan tanda pengenal berupa KTP, SIM A, Kartu Konsil Kedokteran Indonesia, dan Kartu Identitas Pegawai RSUD Zubir Mahmud, yang diduga palsu.


Menariknya, saat beraksi pelaku lebih memilih calon pembeli yang berdomisili di luar Aceh. Hal ini diduga sengaja dia lakukan demi menghindarkan survey langsung oleh korbannya.

[cut]

Ilustrasi



Asep Sudrajat, salah satu korban penipuan, yang juga warga Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, Rabu (06/01/2020), mengaku, ketertarikannya membeli mobil yang ditawarkan pelaku dikarenakan harganya relatif murah.


Menurutnya, pelaku menawarkan transaksi jual-beli mobil Honda Jazz 2008 seharga Rp 30 juta. Harga tersebut sudah termasuk ongkos kirim via kargo dari Aceh Timur menuju Merak, Banten.


Setelah terjadi kesepakatan, pelaku pun meminta Asep mengirimkan sejumlah uang, agar mobil tersebut dihold dan tidak dijual kepada orang lain. Sedangkan sisanya baru dikirimkan setelah mobil diterima. 


"Tapi setelah uang ditransfer ke nomor rekening bank yang diminta pelaku, justru mobil tersebut tidak kunjung saya terima," ucapnya kecewa.

[cut]

Ilustrasi



Terpisah, Direktur RSUD Zubir Mahmud, dr Edi Gunawan MARS, saat dikonfirmasi wartawan, justru membantah keberadaan dokter bedah bernama dr Achmad Diki Dermawan SpB ataupun dr Deni Irwandi SpB.


"Tidak benar itu. Tidak pernah ada pegawai kita seperti nama dan identitas dimaksud. Ini jelas isu untuk merusak citra rumah sakit kita," tegasnya.


Sebaliknya Edi menyatakan, nomor rekening bank pelaku memiliki kode di luar Aceh. Hal ini membuktikan jika si pelaku, yang dicurigai sebagai dokter gadungan, tidak berada di Aceh


Atas dasar itu pula dia meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah terbujuk tawaran pihak tertentu yang kerap mengatasnamakan oknum dokter di RSUD Zubir Mahmud. 


"Di masa sulit seperti ini, sindikat penipuan tidak akan kehabisan akal untuk mengincar korban baru. Karena itu kita harus tetap waspada dan jangan mudah percaya dengan modus penipuan seperti ini," seru Edi. (ayb)

Komentar Anda

Terkini